i need you

…And I can’t turn back now
‘Cause you’ve brought me too far…

[Soundtrack : I Need You – LeAnn Rimes]

tadi gue liat dia lagi.. kesekian kali. tiap kali gue liat dia, hati gue berdebar. gua tau, ini bukan cinta pada pandangan pertama. juga bukan benih benih cinta monyet, gue bukan monyet lagi.  tapi gue juga belum bisa tau, apakah ini cinta sejati gue.

dan…orang bilang cinta sejati itu, never dies… really? gue belum pernah ngerasain hal itu, .. sampai detik ini.

yang pasti, ada sesuatu yang berbeda dengan dia. jujur,…ini jujur pemirsa. gue udah lama tau dia. udah lama liat dia. dia selalu gue liat, tanpa sengaja, saat berpapasan, saat dia jualan di tokonya. sama sekali, biasa.. dan jujur, gue ga tertarik. yaa walau gue akui, dia emang cantik. primadona.

no. she’s not my type…. tapi…

byarrrrr, lamunan singkat memoriku 3 tahun yang lalu buyar seketika.

“hi, udah makan belum?” tanya dia

“hm, belum.. kamu?” tanya gue, sambil melihat atap langit kamar kita berdua..

“belum, makan yu.. hayukk. ntar kamu sakit loh” ajak dia pelan, menggoda dan mesra. sambil memegang tangan gue, lalu mengusap pipi gue, dan terakhir mengelus rambut gue…

“hm.. masih kenyang. km duluan deh” gue jawab sambil membalas tatapannya, sambil melihat wajahnya yang teduh, manja, persis dua jengkal dari wajah gue.

“km mikir apa? kerjaan?” tanya dia, penuh kesabaran dan sifat keibuan.

“ah gaa.. aku, lagi inget dulu aja…wakktu ak…” belum sempat melanjutkan kalimat, dia langsung menutup mulut gue dengan jari telunjuknya, menyuruh gue diam. “ssstt… ” dia berbisik.. lalu mencium kening gue mesra

“yang penting, skrg.. km milik ku, dan aku ..sepenuhnya milik km” sambil senyum. manis banget.

” rasanya masih seperti mimpi …” jawab gue. masih mencoba bernostalgia.

” iyah, dan km .. adalah mimpiku yg jadi kenyataan!” dia terus menggodaku, sambil mengkilikitik leher gue. dan berhasil.. gue kegelian. lalu membalas kecupan dia di keningnya. lama..sambil terpejam

dia pun terpejam. sambil memeluk tubuh gue erat. perasaan lega, terasa sekali dalam sikap dan gerak tubuh serta nafasnya. tenang. damai sekali saat itu.

” makasih yah, udah sabar… selama ini” jawab gue singkat, merangkum semua kenangan yang ingin sekali gue ceritain ke dia… berulang kali…

” iyaaa pah, because… hm..” dia menjawab lirih… lalu sambil berbisik di telinga gue, dia sambung lagi…

” i need you!”

sekali lagi gue tatap matanya, kali ini gue usap rambutnya yang panjang dan dibiarkan tergerai… sambil tersenyum bahagia. bahagia.. pake banget. karena, Tuhan bener bener jaga cinta sejati kita berdua hingga berujung ke pelaminan.

walaupun, berat dan besar banget tantangannya….

” yuk makan..” jawab gue sambil bangkit dan menggendong dia yang tersenyum lalu tertawa lepas, sampai depan pintu kamar …

-selesai-

%d bloggers like this: