Don’t Make Me Wait for Love

Baby, don’t make me wait for love this time …

[Soundtrack : Kenny G – Don’t Make Me Wait for Love]

ku kemasi barang perlengkapan camping ku yg masih berceceran di luar tenda. pagi ini, suhu di kaki gunung gede pangrango tidak begitu dingin sebenernya, tapi entah kenapa, aku merasa sangat dingin. bibir dan gigiku bergemeretak. tangan rasanya beku.

ada sesuatu yang hilang, namun kuacuhkan. itu alasannya, kenapa aku naik gunung (lagi). tapi, sesuatu itu ternyata, sulit kulupakan…ya, aku kangen dia ..selalu

wajahnya, rambutnya, senyumya, ..terbayang selalu. duh

aku masukkan parafin dan zippo ku ke dalam tas. terakhir, ku kemasi tenda ku. sambil istirahat. aku duduk di tepian jurang, di atas sebuah batu. ku lihat, pemandangan hijau membentang di hadapanku, diselimuti kabut tipis. nampak rumah rumah penduduk sebesar kotak korek api, dari kejauhan. ku ambil setangkai bunga edelweis, yg tepat berada tegak di sebalah tangan kananku.

ku cium bau rumput basah, bercampur dengan aroma bunga edelweis, seolah membelai sekujur urat saraf di kepala ku, lalu merambat ke seluruh tubuhku. dan.. akhirnya, …kembali ke sosok dia, seorang wanita bernama Nisa, yg diam diam telah merobek keperjakaan hatiku..

aku mencoba tidak mengakuinya. tapi kini ku akui, disini.. di tengah alam pegunungan yang penuh kejujuran. ya, disini rasanya, tempat yg tepat untuk mengakui segala kesombongan diri sekaligus berteriak kencang sekencang kencangnya mengakui kelemahan diri…

aku adalah seorang pejuang dan petarung sejati. hal yang menakutkan, akan membuatku semakin berani dan kuat. hal yang membuat sedih, akan menjadi bahan bakar bagi semangat hidupku…

tapi kali ini lain. aku merasa hampa…

aku baru sadar, bahwa yang kuinginkan, ternyata…dia. ya, hanya dia yang kumau.

namun, terlambat. karena dia sudah dilamar dan akhirnya dinikahi oleh orang lain. dan, dia bahagia bersama pasangannya. akhirnya…

aku juga sadar. aku bukan orang yang sempurna. bukannya aku tidak bisa memberikan kepastian kepadanya, tapi aku ragu, apakah dia merasakan hal yg sama? atau hanya sebatas teman dekat? kita memang dekat, tapi tidak pernah menyatakan. tidak ada kata sayang. tidak ada kata kata cinta alay seperti itu…tapi kita dekat. mungkin krn kita udah sama-sama dewasa dan rasanya, kita sama sama tau bahwa kita saling membutuhkan…

tapi, semua wanita butuh kepastian.. bodohnya egoku.

selain itu…aku juga, perlu waktu. karena ada satu hal yg harus aku selesaikan. aku tidak bisa mengatakannya, belum bisa. aku perlu waktu.

ah ..alasan. pikirku.

tepat sebulan yang lalu, ia menikah. aku di undang. tapi aku tidak datang. biarlah. aku ikhlas..tapi bohong! aku ga ikhlas… tapi aku berusaha, menerima kenyataan.

kusimpan kembali bunga edelweis, di rerumputan dengan penuh rasa hormat dan terimakasih. telah menemaniku, juga angin, batu, rumput, embun, kabut…semuanya… terimakasih, telah menemaniku saat ini..dan aku harus kembali lagi ke dunia nyata..

ku ambil ransel ku dan tendaku.

entah kenapa, aku ingin melihat hp ku. padahal ditempat ini sulit sinyal. kadang ada sih. dan entah kenapa, kebiasaanku untuk melihat pesan singkat masih kubawa, padahal dia sudah lama tidak mengirimku pesan…

tiba tiba, aku kaget, kaki ku rasanya gemetar. dan aku langsung diam kaku, ketika aku lihat ada sebuah pesan masuk, atas nama dia…ya dia! astagaa.. aku lihat dari dekat. aku ragu ini hanya halu. tapi beneran. ini dari dia..

aku tidak mau membuka. biar, nanti saja.. aku langsung jalan menyusuri jalur jalan setapak turun dari gunung, biar aku buka di pos bawah. aku tidak mau hilang semangat. karena aku pikir, boleh jadi isinya hanya akan membuatku patah semangat…

pikiranku kacau. gelisah. tapi juga berharap… berharap dia kembali. tidak mungkin!

tiba di pos pertama. beberapa orang kumpul dan menyapaku, tapi aku tidak peduli. aku segera duduk di jalan, lalu bergegas membuka pesan yang ia kirim. hatiku berdebar.. apa isinya ya. kulihat, ia mengirim 2 hari yang lalu. wajar, kalau baru sampai, karena memang sinyal ga ada..

kubuka, pelan..

” Boy, maaf. kangen km.. ”

lalu tiba tiba muncul pesan baru… dari dia pula.. aku tambah kaget, tapi bahagiaa bgt. walaupun tau ia sudah bersuami. ah…gak peduli. toh aku tidak berzinah dan merusak rumah tangga. aku hanya membaca dan berniat membalasnya secara baik baik.

lalu isi pesan berikutnya…

” if i didnt make it with him, …pls dont make me wait again, okay?”

aku hanya terdiam. dan membiarkan angin menyentuh tetes air mata ku…

lalu aku jawab dalam hati ku

” i promise Nis… ”

– selesai –

%d bloggers like this: