i like chopin

Rainy days never say goodbye, To desire when we are together

[Soundtrack : Gazebo — I Like Chopin]

Paris. The Unforgettable Moment..

Spring season. aku masih inget banget, saat aku pergi mengunjungi sebuah Universitas di Kota kecil di Perancis, tepatnya di kota Lyon, untuk menjalin dan menandatangani perjanjian kerjasama pendidikan dan beasiswa untuk gelar Doktor antara Universitas di Lyon dengan Universitas tempat ku kerja…

Aku boleh dibilang, asisten pribadi dekan Arsitektur, kebetulan diminta menemani beliau dan rombongan kecil berjumlah 10 orang untuk pergi ke Paris, Perancis.

Dekan ku, bernama Nisa Prisilia, 35 tahun .. dan masih lajang, pinter banget. Tapi jangan pernah dibayangin yah, pasti salah imajinasi. Mba Nisa, saya memanggilnya.. tingginya kira-kira 168cm, rambutnya hitam lurus, lebat tapi lembut tergerai se-dada.

Wajahnya tirus, kulitnya mulus dan masih kencang, hitam tapi lumayan manis. berat badannya? ga tau..yang pasti ideal banget. enak di lihat bgt, apalagi wajahnya gak sesuai dengan usianya.. kaya masih wanita berumur 27 tahun. serius.

Karakternya, kalem. dia orang sunda. udah kebayang kan, kaya gimana gaya bicara dan temper nya? lebih banyak senyum, ngedengerin tapi sekali ngomong berbobot berisi, tepat sasaran, tapi pemilihan bahasanya mudah dicerna. manner? jangan ditanya, sopan sangat.. membuat semua orang, termasuk aku, nyaman banget kalau deket dia… hmm..

Aku paling seneng, pas klo pas mba Nisa ini bawa kamera Nikon nya, jalan kaki dari hotel, sendirian, lalu ambil foto-foto arsitektur bangunan. bangunan apa aja dia foto. yang jelas, bukan untuk nampang dan upload di IG doang. aku tahu persis. karena foto IG dia justru ga banyak. ya dia orangnya ga suka keliatan pamer dan lebih old fashion, yang tahu persis, mana bagian privasi dan mana yang buat konsumsi publik.

Well, back to my story..

Aku diem diem mengagumi sosok mba Nisa. aku bukan bocah lagi, udah 25 tahun, salah satu mahasiswa arsitektur teladan dan berprestasi. rasanya, secara akademis, aku pede lah, mendampingi mba Nisa kemana-mana.

tapi kalau soal komunikasi, negosiasi, leadership, dan hubungan antar personal, ampun dewa.. jauh banget lah. ketauan bgt aku masih amatiran, mungkin ama ketua OSIS SMA Negeri 8 Jakarta aja aku masih kalah gapeh. Aku kurang aktif di Organisasi waktu kuliah…

Selepas sarapan pagi di hotel, di hari terakhir kita di Perancis, aku di beri uang saku oleh mba Nisa. lumayan, cukup banyak buat ganti iphone dengan versi terbaru. Aku bertemu dengan mba Nisa sebentar di lobby hotel, ia berpesan bahwa hari ini acara bebas. silahkan kalau mau belanja, sementara dia mau keluar untuk foto foto..sendirian.

padahal aku pengen banget ikut dan nemenin dia.. pengen banget foto berdua dengan dia, di tempat yang terkenal romantis, lalu upload ke IG cieh.. pasti buat semua temenku ngiri. kemudian, aku juga mau kirim ke orgtua tuaku di bogor, ..kali aja aku boleh ngelamar org yang lebih tua dari ku ..hehe, ngarep. ngimpi poll. ngehayal tingkat dewa

aku diam dan berpikir sebentar di lobby. akhirnya ku putuskan untuk berjalan jalan mencari toko parfum terdekat saja. buat aku dan adikku yang perempuan. lagipula dia sudah wanti wanti nitip minta dibeliin parfum, terserah merknya apa..terserah bayarnya pake apa, pokonya nitip hehe

ya sudah, aku jalan..menyusuri trotoar batu batu. sampai melewati bunderan Arc de triomphe de l’Étoile yang megah dan terkenal sebagai salah satu icon Paris. lama juga aku berdiri di bawahnya, sambil mengamati arsitektur bangunan itu. sambil foto foto.

kemudian aku jalan terus, ke sebuah jalan agak kecil. tapi masih jalan utama. persis di depan Arc de triomphe de l’Étoile. toko toko mulai tampak disisi kanan dan kiri jalan. aku sambil mencari toko parfum terdekat. nah, kebetulan…ada. kalau ga salah nama tokonya Marionnaud.

pertama masuk , agak keder juga aku. depannya tampak kecil tapi ketika sudah masuk, ternyata luas dan terdiri atas bbrp lantai. semuanya parfum! bener, pantes Paris terkenal sebagai surga nya orang yang maniak parfum. dan semuanya aku yakin pasti ORI alias original, ga ada yang KW kaya di indo.

ke kederanku yang kedua, aku ga bisa bahasa perancis. gimana cara komunkasi dengan pramuniaga toko ini yang hampir semuanya wanita berambut pirang mirip boneka barbie. lucu-lucu. berikutnya, aku agak parno, karena disitu kebetulan hanya aku orang asia. aku kuatir, mereka underestimate aku. dan ga dilayanin. padahal aku emang punya duit nih buat belanja.

ternyata, dugaanku salah. mereka begitu ramah dan welcome. bahkan mereka mengerti bahasa inggris dengan cukup baik. ramah poll dan gesit melayaniku, ketika aku memberi tahu maksud ku mencari parfum wanita untuk usia 20 tahunan. dan parfum pria untuk ku sendiri.

Aneka ragam parfum mulai yang aku kenal sampai aku gak kenal, semuanya ada etalasenya. Dior, Boss, Channel, lancome, lacoste.. sebut aja apa. semua ada. aku sampai kebingungan, memilih, karena semuanya enak enak banget. dan aku yakin beberapa varian parfum, belum ada di indonesia..

pas lagi sibuk dan konsen mencium wangi parfum. tiba-tiba, ada suara “ngeborong mas?” suara mba Nisa, dibelakang kepalaku. aku langsung menoleh malu dan ia tersenyum..

“eh ..iya mba”..jawabku malu. “nyari buat siapa?” tanyanya. “aku dan adekku” ..”tapi adekku sudah dapet. skrg buat aku” ..”hm, mba ada rekomendasi?” tanyaku cepat…aku tahu persis seleranya, ..berkelas.

“aku sih..hm, sukaa… Paco Rabbane”… “nih yg ini..” sambil mengambil dus berwarna hitam, sebuah varian Paco Rabbane yang (maaf merknya ga bisa aku sebut ..nanti dikira endorse hehe).. dan memberinya padaku. Aku lihat pramuniaga tersenyum dan menjawab singkat “good choice”..

aku lsg mencoba testernya, dan luar biasa.. langsung cocok. “suka ga?” tanya mba Nia…

“enak banget mba..suka” jawabku polos. ih polos bgt yah gue, kaya anak ngobrol sama ibunya

“hm, dulu ..mantan mba, pake ituh.” …”sampe sekarang, mba suka wanginya” sambil tersenyum.

“ohh..” jawabku, baru tau .. entah kenapa, ada rasa krg nyaman, tapi sekaligus lega. kenapa yah…

“mau aku beliin?” tanya mba Nisa.. tapi langsung dijawab lagi “eh..jangan deh, pamali..” ..blm sempat aku bertanya kenapa pamali. mba Nisa langsung menjawab lagi… “mitosnya, suka ‘ga jadi’ …” ..deg, aku ulang kalimat terakhirnya……aku melihat matanya, wajahnya, dan senyumannya… spersekian detik.

lalu ia berjalan meninggalkanku.. sambil berkata..”mau foto bareng aku ga?..klo mau aku tunggu di lobby stlh makan siang yaa..” sambil melepas senyum manis..penuh ..ah halu nih aku..

entah kenapa aku senang. dan momen itu, rasanya the best scene ever, golden scene, dalam film tentang diriku hehe, lets see what next.

– selesai –

Written by gins_

Hi! I'm an entrepreneur. Nice to meet you all, here, in my blog. Welcome and enjoy!
%d bloggers like this: